Kabarminang – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mulai merealisasikan program penataan kawasan perkotaan sebagai bagian dari konsep Integrated City Planning yang masuk dalam 10 program prioritas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, meninjau langsung lokasi penataan di Jalan Perwira dan Jalan Ombilin pada Sabtu (11/7/2026) sore bersama konsultan dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam keterangannya, Ramlan mengatakan, penataan tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat citra Bukittinggi sebagai kota pariwisata.
“Tahun ini kita akan memulai pembangunan gerbang di Jalan Perwira. Selain itu dilakukan peremajaan pepohonan dan penataan trotoar di Jalan Ombilin menjadi pedestrian selebar 4,5 meter,” kata Ramlan.
Ia menegaskan, pelebaran trotoar tidak akan mengurangi lebar badan jalan. Menurutnya, pelebaran dilakukan dengan memanfaatkan saluran drainase yang akan dicor sehingga dapat dijadikan bagian dari jalur pedestrian.
“Nanti kita tidak memperkecil jalan di Jalan Ombilin, tetapi saluran airnya kita cor. Di atasnya akan dibangun trotoar yang dilengkapi bangku, lampu penerangan, dan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemko juga akan menata ruas jalan mulai dari Simpang Kangkung menuju kawasan Jam Gadang. Pada sejumlah titik, permukaan jalan akan diganti menggunakan batu alam atau conblock sebagai upaya mempercantik kawasan wisata sekaligus meningkatkan daya serap air.
Ramlan menjelaskan, penggunaan conblock dinilai lebih ramah lingkungan karena memiliki pori-pori yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki.
“Trotoarnya juga tidak dibuat terlalu tinggi agar lebih nyaman digunakan masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Bukittinggi,” katanya.
Ia berharap penataan infrastruktur tersebut semakin memperkuat daya tarik Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.
Menurut Ramlan, seluruh rencana telah dibahas bersama konsultan dan pimpinan SKPD, sehingga pelaksanaan proyek ditargetkan dimulai pada tahun 2026.
















