Kabarminang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, bertolak ke Jepang pada Senin (15/6/2026) untuk memenuhi undangan Asian Development Bank (ADB). Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi dijadwalkan membahas peluang kerja sama ekonomi hijau (green economy) serta investasi melalui skema obligasi daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, membenarkan keberangkatan gubernur tersebut. Ia menyebut agenda internasional itu menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Provinsi Sumbar untuk menjalin komunikasi langsung dengan ADB.
“Ini adalah kesempatan pertama Pemprov Sumbar berdiskusi langsung dengan ADB. Fokus utamanya adalah menggali peluang investasi baru di sektor ekonomi hijau yang bisa kita bawa pulang untuk kemajuan daerah,” ujar Arry saat dihubungi pada Senin siang.
Menurut Arry, pertemuan di Jepang juga akan membahas berbagai skema pembiayaan pembangunan, termasuk obligasi daerah yang berpotensi menjadi sumber pendanaan bagi proyek-proyek berkelanjutan di Sumbar.
Ia mengatakan, selama ini kerja sama dengan ADB umumnya difasilitasi oleh pemerintah pusat. Karena itu, pertemuan langsung dengan lembaga keuangan internasional tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi baru bagi daerah.
Arry juga meluruskan informasi yang beredar terkait durasi perjalanan dinas gubernur. Ia menegaskan bahwa kunjungan kerja ke Jepang hanya berlangsung selama lima hari.
“Perjalanan dinas ini hanya lima hari. Rombongan berangkat hari ini, 15 Juni, dan dijadwalkan sudah kembali pulang pada 20 Juni mendatang,” katanya.
Untuk menjaga efisiensi, kata Arry, Mahyeldi hanya didampingi dua orang selama kunjungan tersebut, yakni Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi dan seorang ajudan.
















