Sementara itu, struktur perekonomian Sumbar masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 22,52 persen. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 16,97 persen.
Tiga sektor lainnya yang menjadi penopang utama ialah transportasi dan pergudangan sebesar 9,87 persen, industri pengolahan 9,50 persen, serta konstruksi 9,45 persen. Secara keseluruhan, lima sektor tersebut menyumbang 68,30 persen terhadap perekonomian Sumbar.
Adapun berdasarkan pertumbuhan tahunan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 16,61 persen. Sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 11,79 persen, sedangkan pengadaan listrik dan gas tumbuh 11,11 persen.
Industri pengolahan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,26 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi penyumbang terbesar struktur ekonomi Sumbar tumbuh 3,45 persen secara tahunan.
“Secara kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III-2026 atau c-to-c, perekonomian Sumatera Barat tumbuh sebesar 4,75 persen. Hampir seluruh lapangan usaha menunjukkan tren positif, kecuali sektor pengadaan air dan pengelolaan sampah yang mengalami kontraksi sebesar 1,05 persen,” paparnya.
Hasanudin menambahkan, pertumbuhan ekonomi kumulatif selama sembilan bulan pertama 2026 juga ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 17,31 persen. Sementara sektor administrasi pemerintahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,85 persen.
Dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi secara q-to-q, yakni 31,85 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 3,72 persen seiring berlangsungnya proyek pembangunan infrastruktur.
“Kontraksi pengeluaran pada periode q-to-q terjadi pada konsumsi lembaga non-profit rumah tangga yang turun 8,09 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah yang turun 4,35 persen. Konsumsi rumah tangga tipis terkoreksi 0,19 persen dan impor luar negeri turun 19,15 persen,” katanya kemudian.


















