Kabarminang – Kepala Polres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno, dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Namun, ia membantah terlibat kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana tuduhan yang dilekatkan kepadanya.
“Kalau saya dilaporkan terlibat kasus BBM ilegal, BBM ilegal yang mana? Saya tidak menimbun atau memodali BBM ilegal. Saya juga tidak mendapatkan informasi tentang penimbunan BBM di Mentawai. Kalau ada informasi tersebut, sudah saya perintahkan kasat reskrim untuk menyelidikinya dan menangkap pelakunya. Lagi pula, untuk apa orang di Mentawai menimbun BBM?” ujar Rory kepada Kabarminang.com pada Sabtu (19/9/2026).
Rory menjelaskan bahwa di Mentawai, kapal sering terlambat mengirimkan BBM karena kondisi geografis wilayah kepulauan dan cuaca buruk. Jika BBM tiba, katanya, antrean warga untuk membeli BBM cukup panjang karena jumlah SPBU tidak banyak sehingga BBM cepat habis.
“Gara-gara berita yang beredar ini, ibu saya menelepon saya. Ibu saya sedang sakit juga sehingga beliau sedih mendapatkan berita ini. Beliau bertanya untuk memastikan kebenaran berita itu. Saya katakan kepada ibu saya bahwa saya pastikan saya tidak membekingi penimbunan BBM. Saya bahkan dengan pemda membentuk Satgas BBM untuk mengawasi peredaran BBM bersubsidi. Saya juga menempatkan anggota polres di SPBU untuk mengawasi penyaluran BBM bagi warga yang mengantre untuk membeli BBM,” tutur Rory.
Perihal penonaktifan dirinya, Rory mengatakan bahwa ia belum menerima pemberitahuan secara resmi dari Polda Sumbar, seperti adanya surat pemberitahuan. Namun, ia memang sudah mendapatkan informasi secara tidak resmi bahwa dirinya akan dinonaktifkan sebagai kepala polres karena masalah kesehatan yang membuatnya tidak maksimal menjalankan tugas. Ia menyebut bahwa ia berada di Jakarta sejak akhir Agustus untuk berobat terkait dengan penyakit malaria. Karena ia berada di Jakarta, Polres Mentawai dipimpin oleh wakil kepala polres.
“Saya sekarang menjalani rawat jalan. Di liver saya ada parasit karena saya kena penyakit malaria di Mentawai. Ini yang keempat kalinya saya terkena malaria di Mentawai,” ucap Rory.
Perihal isu yang mengaitkan dirinya dengan masalah resor, Rory mengatakan bahwa ia tidak berkaitan apa pun dengan resor sebab kewenangan terkait dengan resor berada di pemerintah daerah.
“Perizinan resor ada di pemerintah daerah,” tutur Rory.


















