Kabarminang – Warga di kawasan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, mengeluhkan air PDAM tidak mengalir sejak Senin (7/9/2026), sementara tagihan bulanan justru membengkak.
Salah seorang warga setempat, E (45), mengatakan gangguan aliran air sebenarnya sudah beberapa kali dirasakan warga. Namun, sejak Senin (7/9/2026), air tidak mengalir sama sekali.
“Gangguan air ini sudah sering, tetapi biasanya sekitar tengah malam air masih hidup. Namun, beberapa hari ini sudah tidak hidup sama sekali. Air ini terkadang juga keruh,” ujarnya kepada Sumbarkita, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, E membeli air isi ulang yang digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mencuci piring hingga mencuci pakaian.
Hal serupa juga dialami warga lainnya berinisial N (25). Ia menyebut dalam beberapa hari terakhir air PDAM tidak mengalir. Kendati demikian, tagihan air meningkat.
Ia mengatakan biasanya membayar sekitar Rp79 ribu per bulan, termasuk sekitar Rp25 ribu untuk biaya kebersihan. Namun, kata N, pada September 2026, tagihan yang harus dibayarnya mencapai Rp114 ribu.
“Bulan ini saya harus membayar, naik dari biasanya, padahal penggunaan air di rumah justru berkurang karena aliran tidak lancar. Tapi saat membayar malah naik hampir dua kali lipat,” ujarnya.
Ia berharap pelanggan mendapatkan penjelasan mengenai rincian tagihan, termasuk komponen yang menyebabkan pembayaran bulan ini lebih tinggi dibandingkan biasanya.
















