Kabarminang – Sebanyak 145 unit rakit tambang emas ilegal dibakar dalam operasi gabungan di sepanjang Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Selasa (2/6/2026). Penertiban besar-besaran itu dilakukan untuk menghentikan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.
Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana itu melibatkan 260 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta unsur pemerintah daerah lainnya.
Sebelum bergerak ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Lapangan Mapolsek Cerenti. Dari sana, tim gabungan kemudian menyusuri Sungai Kuantan menggunakan sejumlah speed boat menuju titik-titik yang selama ini diketahui menjadi pusat aktivitas tambang emas ilegal.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan puluhan rakit yang digunakan sebagai sarana penambangan. Seluruh rakit beserta mesin yang digunakan untuk mengeruk material tambang dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.
“Kegiatan ini merupakan operasi gabungan sebagai bentuk keseriusan kita dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Sebelumnya berbagai upaya preventif dan persuasif telah dilakukan, mulai dari sosialisasi hingga penyampaian imbauan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan,” kata Hidayat dalam keterangannya.
Dari total 145 rakit yang dimusnahkan, sebanyak 43 unit ditemukan di wilayah Kecamatan Inuman. Rinciannya, 15 unit di Desa Ketaping Jaya, 16 unit di Desa Pulau Busuk, dan 12 unit di Desa Pulau Panjang.
Sementara itu, jumlah terbanyak ditemukan di Kecamatan Cerenti dengan total 102 unit rakit. Sebanyak 21 unit dimusnahkan di Desa Tanjung Medan, 29 unit di Desa Sikakak, dan 52 unit di Desa Pulau Bayur.
Meski berhasil menghancurkan ratusan sarana PETI, petugas tidak menemukan pelaku di lokasi. Saat operasi berlangsung, seluruh area penambangan dalam keadaan kosong sehingga tidak ada tersangka yang diamankan maupun barang bukti yang disita.
















