Aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan selama ini menjadi perhatian berbagai pihak karena dampaknya terhadap lingkungan. Selain berpotensi mencemari aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, aktivitas tersebut juga dapat mempercepat kerusakan bantaran sungai serta mengganggu ekosistem di kawasan sekitar.
Operasi penertiban berlangsung hingga petang dan berakhir sekitar pukul 18.30 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Seluruh personel kemudian mengikuti apel konsolidasi di Pasar Cerenti yang kembali dipimpin Kapolres Kuansing.
Hidayat berharap operasi tersebut dapat menjadi peringatan keras bagi pelaku PETI sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mematuhi aturan hukum yang berlaku.
“Kita berharap penertiban ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku PETI serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Penertiban terhadap 145 rakit tambang emas ilegal ini menjadi salah satu operasi terbesar yang dilakukan di Sungai Kuantan dalam beberapa waktu terakhir. Aparat berharap langkah tersebut mampu mempersempit ruang gerak aktivitas PETI sekaligus menjaga kelestarian sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Kuansing.
















