Kabarminang — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang memastikan kapasitas sekolah tingkat SMP masih cukup untuk menampung semua lulusan SD dan madrasah ibtidaiah (MI) pada seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Disdikbud Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa ketersediaan kursi sekolah telah dihitung berdasarkan data sekolah negeri, swasta, serta lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Berdasarkan data Disdikbud Kota Padang, kata Yopi, daya tampung SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 mencapai 10.240 siswa. Sementara itu, SMP swasta memiliki kapasitas sebanyak 5.346 siswa. Dengan demikian, katanya, total daya tampung SMP di Kota Padang mencapai 15.586 siswa. Ia menyebut bahwa jumlah tersebut berada di atas total lulusan SD dan MI tahun itu yang tercatat sebanyak 15.239 siswa.
“Secara keseluruhan, daya tampung sekolah masih mencukupi. Jadi, bukan tidak mendapatkan sekolah, melainkan lebih kepada pilihan sekolah yang diinginkan masyarakat,” ujar Yopi pada Selasa (2/6/2026) didampingi Sekretaris Disdikbud Kota Padang, Ikhwansyah, serta Kepala UPT Dapodik Disdikbud Kota Padang, Tressy Yulinda.
Yopi menegaskan bahwa ketersediaan kursi pendidikan bukan menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Menurutnya, tantangan yang kerap muncul lebih berkaitan dengan tingginya minat masyarakat terhadap sekolah tertentu.
Sementara itu, Kepala UPT Dapodik Disdikbud Kota Padang, Tressy Yulinda, mengatakan bahwa perhitungan daya tampung dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan kapasitas sekolah negeri dan swasta.
Selain itu, kata Tressy, Disdikbud Padang berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memperoleh data daya tampung madrasah sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan pendidikan di Kota Padang.
“Jika digabungkan antara sekolah negeri dan swasta, daya tampung masih lebih besar dibandingkan jumlah lulusan yang akan melanjutkan pendidikan. Bahkan, jika ditambah dengan madrasah, kapasitas yang tersedia masih mencukupi,” ujarnya.
















