Kabarminang — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar Sepekan Berkreasi di Sungai Bangek (SEIBa) International Festival 2026 di Aula Gedung J Kampus III, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa-Minggu (7-12/7/2026).
Pembukaan festival diawali dengan parade kontingen peserta. Rangkaian parade dimulai dari kontingen Malaysia sebagai peserta luar negeri, kemudian diikuti kontingen dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Acara pembukaan itu juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi, tari kreasi UIN Imam Bonjol Padang, serta pertunjukan mahasiswa Vietnam yang tengah menempuh pendidikan di UIN Imam Bonjol Padang.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, mengatakan, SEIBa International Festival 2026 diikuti peserta dari delapan negara, yakni Singapura, Malaysia, Kamboja, Jepang, Nigeria, Vietnam, Thailand, dan Turki. Selain itu, festival juga melibatkan 26 PTKIN dan sembilan PTKIS dari berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah peserta mencapai 486 orang.
“Ini merupakan tahun ke-4 UIN IB mengadakan SEIBa. Untuk tahun ini kita mengusung tema Sustainability: From Nusantara to Global Harmony,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Martin menjelaskan, SEIBa International Festival merupakan agenda internasional tahunan UIN Imam Bonjol Padang dengan menghadirkan berbagai perlombaan dan pertunjukan, antara lain pop solo, nasyid, tari tradisional dan kontemporer, puisi, monolog, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), pencak silat, film pendek, poster, kaligrafi, serta seminar kebudayaan.
Ia melanjutkan, festival ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan prestasi, kreativitas, inovasi, seni, dan budaya sekaligus memperluas jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Martin menegaskan penyelenggaraan SEIBa International Festival 2026 merupakan bentuk komitmen UIN Imam Bonjol Padang dalam membangun ruang kolaborasi global yang inklusif melalui pendidikan, kebudayaan, dan dialog antarbangsa.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi media diplomasi peradaban yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dari beragam negara serta latar belakang budaya,” ujarnya.
Ia menjelasakan, SEIBa juga menjadi wadah untuk memperkuat dialog intelektual, mempererat persaudaraan lintas budaya, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam menghadapi tantangan global.
Melalui festival tersebut, kata Martin, UIN Imam Bonjol Padang ingin mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Nusantara dengan perspektif global, sekaligus memperkuat sinergi antara spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan inovasi.
“Keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga mencakup pembangunan karakter, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, terciptanya ruang sosial yang inklusif, serta pengembangan pendidikan yang mampu melahirkan generasi berintegritas dan berdaya saing global,” imbuhnya.
















