Kabarminang — Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Soft Skill Bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mulai 31 Mei hingga 3 Juni 2026 di Ruangan J13 Laboratorium Komputer Gedung Kuliah Bersama UIN Imam Bonjol Padang.
Kegiatan itu bertema “Membekali Diri dengan Keterampilan Masa Depan, Meraih Sertifikasi Profesi, Siap Bersaing di Era Global”. Program yang diikuti oleh lebih dari 60 orang mahasiswa FUSA tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis sekaligus memberikan pengakuan profesional melalui skema sertifikasi yang berlisensi BNSP di bidang pembuatan konten, penyuntingan video, dan desain grafis muda.
Selama tiga hari pertama, peserta memperoleh pelatihan intensif yang berorientasi pada penguasaan keterampilan desain digital dan multimedia, sebelum menjalani uji kompetensi pada hari terakhir (hari keempat).
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, orientasi pelatihan, dan pre-test guna memetakan kemampuan awal semua peserta. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ilhamni, mengajak para peserta terpilih dan lulus seleksi mengikuti pelatihan dan sertifikasi BNSP itu dengan serius agar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri dalam proses perkuliahan dan bekal sebagai lulusan serta lembaga khususnya FUSA UIN Imam Bonjol Padang.
“Ikutilah proses pelatihan dengan serius dan bersemangat sehingga bisa mendapatkan keterampilan yang diinginkan dan sertifikat, karena di akhir kegiatan akan ada ujian kompetensi untuk meraih sertifikat,” ucapnya.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai prinsip dasar desain, pengoperasian perangkat lunak desain, serta pembuatan desainvektor yang dipadukan dengan praktik mandiri untuk mengasah kreativitas dan keterampilan teknis.
Pada hari kedua, pelatihan berfokus pada pengembangan kemampuan produksi multimedia. Peserta mempelajari teknik penyusunan layout, tipografi, serta persiapan file untuk kebutuhan cetak maupun publikasi digital. Setiap sesi dilengkapi dengan praktik dan evaluasi yang dipandu oleh instruktur professional berlisensi BNSP langsung sehingga peserta dapat menerapkan materi secara langsung dalam proyek yang dikerjakan.
Memasuki hari ketiga, peserta diarahkan untuk menyelesaikan portofolio proyek yang telah dikembangkan selama pelatihan. Selain simulasi tugas praktik uji kompetensi, panitia juga memfasilitasi proses administrasi sertifikasi melalui pengisian dokumen APL-01 dan APL-02 sebagai bagian dari persyaratan asesmen kompetensi. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan peserta menghadapi proses sertifikasi profesional.
Puncak kegiatan berlangsung pada 3 Juni 2026 melalui pelaksanaan Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kegiatan diawali dengan briefing asesmen dan pembagian kelompok uji oleh tim asesor. Selanjutnya peserta menjalani serangkaian asesmen kompetensi yang meliputi evaluasi kemampuan teknis, pemahaman konsep, serta penyelesaian tugas praktik sesuai standar kompetensi kerja nasional yang berlaku.
Sepanjang proses asesmen, para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan dalam menyelesaikan setiap tahapan pengujian. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengukuran kompetensi, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang dimiliki sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Penutupan kegiatan dilaksanakan pada sore hari dengan penyampaian rekomendasi hasil asesmen berupa kategori “Kompeten” atau “Belum Kompeten” oleh tim asesor. Momen tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pelatihan dan sertifikasi yang telah berlangsung selama empat hari penuh.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instruktur, asesor, dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi kompetensi merupakan bagian dari upaya fakultas dalam mendukung kebijakan peningkatan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui secara nasional.
Melalui program ini, FUSA UIN Imam Bonjol Padang menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dengan bekal sertifikasi kompetensi berlisensi BNSP, mahasiswa diharapkan memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja dan dunia profesional pada masa mendatang.
















