Kabarminang – Warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang terdapat di sejumlah pintu masuk wilayah tersebut. Kerusakan disebut terjadi di berbagai jalur strategis, mulai dari arah Rambatan, Bukittinggi, Danau Singkarak, hingga ruas Selayo menuju Padang Panjang.
Jalan-jalan tersebut dipenuhi lubang dan permukaan aspal yang bergelombang sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga menilai kondisi tersebut telah berlangsung lama tanpa penanganan yang memadai.
Salah seorang warga Kecamatan Sungayang, Adi Nazif (23), mengaku pernah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Ia mengatakan kerusakan jalan telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun kerusakan kendaraan.
“Kami masyarakat sangat dirugikan. Saya sendiri pernah kecelakaan akibat lubang di jalan itu sampai badan luka-luka dan pelek motor pecah,” kata Adi kepada Sumbarkita, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Adi, kerusakan jalan tersebut telah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menilai pemerintah belum melakukan perbaikan yang signifikan sejak kondisi jalan mulai memburuk sekitar tahun 2020.
Selama periode lima tahun tersebut, warga menilai pemerintah daerah hampir tidak pernah peduli untuk melakukan perbaikan yang signifikan. Tindakan penambalan jalan dinilai warga sangat terlambat karena baru dilakukan belakangan ini saat masa jabatan kepala daerah hampir berakhir.
Ia juga mengkritik metode perbaikan yang dilakukan selama ini karena dinilai tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Masyarakat kecewa karena penambalannya terkesan asal-asalan dan hanya separuh-separuh. Kualitasnya buruk, jadi jalan yang baru ditambal langsung rusak lagi,” ujarnya.
Selama ini, kata Adi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kerap menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan merupakan jalan provinsi sehingga kewenangan perbaikannya berada di tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah tidak hanya beralasan soal kewenangan, tetapi juga aktif berkoordinasi dan mendesak pemerintah provinsi agar segera melakukan perbaikan.
“Masyarakat tidak terlalu mempersoalkan status jalan. Yang penting bagi kami adalah keselamatan saat berkendara. Jangan sampai ada lagi korban akibat jalan rusak,” katanya.
Sebagai bentuk protes, warga telah mendokumentasikan kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak melalui foto-foto yang menunjukkan lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata.
Warga berharap keluhan tersebut segera mendapat perhatian dari pemerintah terkait. Mereka meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui pengguna jalan.
















