Kabarminang — Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Sumatera Barat.
Seorang mahasiswa asal Jorong Laban, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Hengki, mengatakan, dalam beberapa hari terakhir dirinya kerap mendapati pertalite habis di sejumlah SPBU. Menurutnya, kondisi tersebut terlihat di beberapa SPBU di kawasan Pasaman Barat, Agam, Pariaman, hingga Kota Padang.
“Belum lama ini saya berkendara dari Pasaman Barat menuju Kota Padang menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, saya menemukan Pertalite kosong di sejumlah SPBU,” tuturnya, Selasa (7/7/2026).
Ia menyebut, kondisi tersebut memaksanya membeli bensin eceran dengan harga yang jauh lebih mahal.
“Kalau pertalite habis di SPBU, mau tidak mau saya terpaksa beli eceran. Namun, harganya lebih mahal dibandingkan di SPBU,” ujarnya.
Keluhan serupa juga dirasakan oleh Adi, warga Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan pertalite. Ia juga mengaku telah mengantre lama di beberapa SPBU di kawasan Batusangkar, tetapi akhirnya kehabisan stok.
Kemudian, pada Selasa (7/7/2026) siang, Adi kembali mendapati petalite kosong di salah satu SPBU di Tanah Datar sehingga ia terpaksa berputar mencari ke lokasi lain.
“Sangat melelahkan karena sudah mengantre panjang, tetapi saat tiba di depan, pertalite-nya justru habis. Hari ini saya cari lagi di tempat lain di Tanah Datar dan kondisinya masih sama-sama kosong, sehingga aktivitas kami menjadi sangat terhambat,” ujarnya.
















