Kabarminang — Banyak pengendara sepeda motor terjatuh di Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku, kawasan Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan saat ini pihaknya tengah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan di lokasi dapat segera direalisasikan.
“KAI terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan di Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” katanya kepada Sumbarkita, Selasa (7/7/2026).
Ia menyebut, keselamatan di perlintasan sebidang tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja dan harus mendapatkan dukungan pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat sebagai pengguna jalan yang menjadi bagian penting dalam menciptakan perlintasan yang aman.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi yang baik menjadi kunci dalam menghadirkan perlintasan sebidang yang semakin aman. Oleh karena itu, KAI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap permasalahan yang ada dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia melanjutkan, untuk mengurangi risiko, pihaknya melakukan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang serta koordinasi rutin dengan instansi terkait sebagai upaya meminimalkan potensi kecelakaan.
KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Perlintasan Sebidang Lubuk Buaya. Pengendara sepeda motor diminta lebih berhati-hati, terutama saat hujan karena permukaan jalan menjadi licin dan posisi perlintasan yang tidak tegak lurus dengan rel berpotensi meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.
Selain itu, pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, mematuhi rambu dan marka jalan, berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta mengutamakan perjalanan kereta api.
















