Kabarminang — Antrean truk di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan By Pass, Kota Padang, Sumatera Barat, terlihat mengular pada Rabu (7/7/2026) siang.
Hal itu terlihat dari pantauan Sumbarkita di SPBU 13251503 Jalan Raya By Pass, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, dan SPBU 14251518 By Pass Km 7, Kelurahan Pisang, Kecamatan Kuranji. Di lokasi tersebut, kendaraan mulai dari Hino tronton, truk fuso, hingga colt diesel terlihat mengantre sehingga membuat arus lalu lintas di jalur kiri By Pass sedikit tersendat.
Akibat durasi antrean yang cukup lama, beberapa pengemudi terlihat keluar dari kendaraan. Beberapa di antaranya terlihat memanfaatkan waktu untuk makan sate dari pedagang kaki lima (PKL) di sekitar SPBU, sementara yang lain sekadar merokok di pinggir jalan.
Salah seorang sopir truk asal Padang, Rinto, mengatakan, dirinya sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut. Kendati demikian, ia tetap merasa kecewa karena waktu yang tersita cukup banyak. Ia menyebut, waktu yang terbuang dalam sekali mengantre di SPBU berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.
“Sepanjang apa pun antreannya, kami harus tetap dijalani. Untuk mengusir jenuh, saya memilih keluar dari mobil dan merokok di pinggir jalan saja. Antreannya paling lama itu bisa satu jam,” ujarnya, Rabu (7/7/2026).
Mengenai penyebab kelangkaan atau keterlambatan pasokan Biosolar, Rinto enggan berspekulasi lebih jauh. Menurutnya, urusan pasokan dan regulasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak yang berwenang.
“Itu biar jadi tugas pemerintah. Harapan kami hanya satu, semoga stok Biosolar ini tetap aman dan Pertamina atau pemerintah segera mencari solusi agar antrean tidak sepanjang ini,” ujarnya.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Risan, seorang sopir truk fuso colt diesel yang ikut terjebak dalam antrean di SPBU Pisang. Untuk menyiasati rasa bosan dan lapar, ia memilih menyantap sate yang dijual di sekitar area SPBU.
















