Menanggapi kondisi tersebut, Sales Area Manager (SAM) Retail Sumbar PT Pertamina Patra Niaga, Fakhri, mengatakan, kendala utama di lapangan dipicu oleh adanya proyek perbaikan jembatan di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Selain itu, diterapkannya sistem buka-tutup di sejumlah jalur logistik utama sehingga memperparah keterlambatan armada truk pengangkut BBM.
“Saat ini armada mobil tangki kami menghadapi tantangan besar di lapangan karena adanya perbaikan infrastruktur jalan di beberapa titik krusial,” tuturnya.
Menurut Fakhri, titik kemacetan parah yang menghambat laju truk tangki Pertamina di antaranya berada di kawasan Lembah Anai, Sitinjau Lauik, dan Solok. Ketergantungan daerah juga semakin tinggi karena seluruh pasokan BBM untuk Provinsi Sumatera Barat bertumpu pada satu titik keberangkatan, yakni Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Bungus, Kota Padang.
“Starting point atau titik awal seluruh distribusi BBM di Sumatera Barat bermula dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Bungus, Kota Padang. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan meminta masyarakat tidak panik karena stok di terminal utama sebenarnya dalam kondisi aman,” imbuhnya
















