Kabarminang – Aliffano Hazani alias Aza, anak dari Agusral (59 tahun), korban banjir bandang yang ditemukan meninggal dunia di Kompleks Kantor Bupati Solok, meminta maaf setelah videonya bercarut (bacaruik) saat proses evakuasi jenazah ayahnya viral di media sosial pada Jumat (25/9/2026).
Aza menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan awak media yang berada di lokasi. Ia mengaku bercarut di tengah proses evakuasi jenazah tersebut.
“Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada warga dan kawan-kawan media yang berada di lokasi karena tadi saya sempat terlontarkan kata-kata kasar (bacaruik, red—),” tutur Aza kepada Kabarminang.com.
Aza menjelaskan bahwa perkataan tersebut tidak disengaja. Saat itu ia keberatan karena banyak orang yang mengambil foto dan video di lokasi penemuan ayahnya.
“Saya tidak mau foto dan video ayah saya dalam keadaan yang kurang pantas diekspos bagi orang-orang yang kurang bijak dalam bermedia sosial,” ujar Aza.
Di sisi lain, Aza berterima kasih kepada semua petugas yang telah membantu pencarian ayahnya setelah banjir bandang terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa selama proses pencarian, keluarga masih berharap Agusral ditemukan di kawasan hutan, bukan terseret arus air.
“Perasaan sudah campur aduk selama pencarian, antara sedih dan berharap, karena kami masih beranggapan ayah larinya ke arah hutan, bukan ke arah arus air,” tutur Aza.


















