Pada hari pertama hingga hari ketiga pencarian, kata Aza, keluarga bersama warga masih melakukan pencarian secara manual. Sejumlah personel Basarnas juga turut membantu menyusuri aliran air dan kawasan hutan.
Ayah panutan keluarga
Bagi Aza dan saudara-saudaranya, Agusral alias Buyuang merupakan sosok ayah sekaligus ibu yang berjuang membesarkan anak-anaknya. Dengan bekerja sebagai petani dan tukang, Agusral mampu mengantarkan anak-anaknya mengenyam pendidikan hingga jenjang yang layak. Bahkan, Aza berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
Aza mengenang banyak momen berharga bersama ayahnya. Salah satu kenangan yang paling membekas ialah ketika ia membantu Agusral bekerja di ladang, kemudian menyantap masakan buatan sang ayah. Kebiasaan itu rutin mereka lakukan sebelum Aza bekerja dan harus tinggal berjauhan dari ayahnya.
Aza mengatakan bahwa semasa hidup, Agusral berharap anak-anaknya tumbuh mandiri dan tidak menyusahkan orang lain. Harapan tersebut sejalan dengan kehidupan Agusral yang sejak kecil telah terbiasa hidup mandiri. Bahkan, ia turut membantu membiayai pendidikan adik-adiknya.
Kepergian Agusral meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih setelah mereka menjalani pencarian selama beberapa hari dengan harapan sang ayah dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Penemuan Agusral
Pejabat Humas Kantor SAR Padang, Jody Harryawan, mengatakan bahwa mayat Agusral (59), warga Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, ditemukan pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Kompleks Kantor Bupati Solok. Setelah itu, mayat korban dibawa ke RSUD Arosuka.
Agusral dilaporkan hanyut setelah galodo menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur terbawanya korban oleh arus.
Pencarian juga melibatkan anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat pada Kamis (24/9/2026). Upaya tersebut dilakukan untuk membantu tim gabungan menemukan keberadaan Agusral.


















