Kabarminang — Aliran sungai di kawasan Kantor Bupati Solok yang terdampak banjir bandang pada Senin (21/9/2026) menjadi perhatian warga. Sungai yang biasanya beraliran kecil itu meluap hingga air bah menerjang kawasan di sekitarnya, Arosuka, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang.
Warga setempat, Itra Neldi (43 tahun), mengatakan bahwa aliran sungai tersebut biasanya kecil saat tidak hujan. Bahkan, air yang mengalir kerap terserap ke dalam tanah di kawasan pegunungan.
“Sumber airnya berasal dari genangan air yang ada di pegunungan, bahkan warga menggunakan selang untuk mengambil air itu untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Itra kepada Kabarminang.com pada Selasa (22/9/2026).
Menurut Itra, derasnya hujan diduga membuat bebatuan yang selama ini menahan genangan air di kawasan pegunungan tidak mampu lagi membendung air.
“Karena ukuran sungainya kecil, air bah yang datang dari gunung itu tidak tertampung ketika hujan deras sehingga melebar ke kawasan di sekitar aliran sungai itu,” ujar Itra.
Itra mengaku baru kali ini mengalami banjir bandang selama 13 tahun bertugas di Kabupaten Solok. Ia merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
Meski demikian, kata Itra, berdasarkan cerita warga, banjir bandang pernah terjadi di kawasan tersebut sekitar 1980-an. Bahkan, kejadian pada masa itu disebut lebih besar dibandingkan dengan banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam.
Menurut cerita yang diterimanya, sisa bebatuan akibat banjir bandang puluhan tahun lalu masih dapat ditemukan di sekitar aliran sungai, tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.


















