Kabarminang — Jalur lintas utama Padang–Solok mengalami kemacetan panjang akibat sebuah truk roda sepuluh melintang di kawasan Tunggua, pendakian Panorama 2, Sitinjau Lauik, Kota Padang pada Sabtu (4/7/2026) pagi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, mengatakan bahwa insiden tersebut dipicu oleh truk tronton yang kehilangan tenaga saat melewati tanjakan curam tersebut. Ia menyebut bahwa kendaraan besar itu kemudian mundur di luar kendali dan langsung melintang serta menutup sebagian besar badan jalan utama.
Menurut Riwal, peristiwa itu sebenarnya sudah bermula sejak subuh. Suasana di lapangan sempat mencekam lantaran kondisi yang masih gelap pascamalam hari berpadu dengan kabut tebal, membuat para pengendara terjebak di tengah risiko tanjakan ekstrem.
Kemacetan, kata Riwal, masih mengular dari kedua arah lalu lintas. Ia menerangkan bahwa ekor antrean kendaraan dari arah Solok bahkan telah melewati batas Kedai Nasi Mintuo, sementara petugas di lapangan masih memantau panjangnya antrean dari arah Kota Padang.
Kendati demikian, Riwal memastikan bahwa akses transportasi antarkabupaten dan kota itu tidak terputus secara total. Ia mengatakan bahwa ruas jalan yang tersisa masih dapat dilewati meskipun pergerakannya sangat terbatas dan lambat.
“Arus lalu lintas tidak putus total. Namun, karena badan jalan menyempit, jalan tersebut hanya bisa digunakan secara bergantian oleh satu kendaraan saja,” tutur Riwal.
Guna mengurai penumpukan volume kendaraan yang kian bertambah di lokasi kejadian, kata Riwal, pihaknya menerapkan rekayasa arus darurat. Pihaknya menerapkan sistem buka-tutup lajur untuk memastikan kendaraan tetap bisa bergerak mengalir.
Hingga Sabtu pagi badan truk tronton tersebut dilaporkan masih berada di lokasi dan sedang dalam penanganan intensif. Petugas gabungan menerapkan strategi evakuasi bertahap untuk meminimalkan risiko kecelakaan.














