Kabarminang — Sebuah video yang berisi rekaman amatir cekcok antara guru pria dan guru wanita di dalam ruang kelas Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 6 Bayang, Pesisir Selatan, beredar di WhatsApp dan media sosial. Adu mulut itu berlangsung di hadapan sejumlah siswa.
Kepala MIN 6 Bayang, Irhamur Kudra, mengatakan bahwa guru pria tersebut berinisial DD (35 tahun), guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sekaligus pelatih baris berbaris, dan berstatus sudah menikah. Sementara itu, guru perempuan tersebut berinisial N (35 tahun), guru kelas, juga sudah menikah.
mengonfirmasi bahwa adu mulut tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) pagi di lingkungan sekolah yang beralamat di Jalan Pasar Baru, Asam Kumbang Km 7, Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, itu. Ia menginformasikan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah pengelola sekolah menyelesaikan senam bersama dan melepas peserta Jamnas di Kantor Camat Bayang. Setelah kegiatan pagi itu, para siswa kembali ke ruang kelas untuk mengikuti proses pembelajaran bersama guru kelas masing-masing.
Irhamur kemudian meninggalkan area sekolah menuju Kantor Camat Bayang untuk menghadiri rapat dengan kondisi sekolah yang terpantau aman. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia menerima panggilan telepon dari seorang guru kelas berinisial N yang menanyakan keberadaannya. N kemudian menyusul Irhamur ke Kantor Camat Bayang dalam kondisi menangis dan melaporkan bahwa ia baru saja digertak dengan bahasa yang kasar oleh DD.
“Ibu N datang menemui saya sambil menangis dan mengaku dibentak oleh Pak DD tanpa alasan yang jelas di dalam kelas,” ujar Irhamur kepada Kabarminang.com pada Selasa (11/8/2026).
Irhamur mengatakan bahwa N yang merupakan istri dari seorang tentara itu merasa bingung atas sikap D. Atas sikap D tersebut, kata Irhamur, N menyatakan enggan mengajar kembali dan mengajukan permohonan pindah tugas.
Setelah mendengar laporan tersebut, Irhamur menenangkan N dan memintanya kembali ke sekolah agar permasalahan dapat diselesaikan secara internal. Ia lantas kembali ke sekolah yang berjarak sekitar 5 kilometer dari kantor camat untuk memanggil D ke ruang kepala sekolah.
Saat dipanggil, kata Irhamur, D sedang berada di lapangan sekolah untuk melatih para siswa dalam persiapan lomba baris berbaris. Kepada Irhamur, D menjelaskan alasan dirinya mendatangi N: ia merasa dicuekkan selama dua minggu terakhir setiap kali berpapasan.














