Kepala Polsek Rao, Iptu Roby Prima Agustin, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan anak korban, Ilhamuddin (36 tahun), korban pergi ke pinggir sungai pada Kamis (1/1) pukul 19.30 WIB untuk keperluan sebagaimana orang pergi ke toilet. Korban pergi ke sungai karena di rumahnya kadang-kadang tidak ada air. Namun, setelah cukup lama, korban belum kembali ke rumah.
“Korban baru kembali sekitar pukul 23.30 WIB dengan wajah lebam. Pada bibir dan dahi terdapat luka robek dan darah,” ucap Roby pada Minggu (4/1).
Ketika ditanya oleh anak korban tentang apa yang terjadi, kata Roby, korban mengatakan bahwa ia dianiaya orang, tetapi ia tidak mengetahui orang yang menganiayanya sebab suasana di pinggir sungai itu gelap.
Setelah melihat wajah korban yang mengenaskan, kata Roby, anak korban membawa korban ke Puskesmas Rao. Ia menyebut bahwa di puskesmas luka di wajah korban dijahit dengan beberapa jahitan.
Karena tidak terima ibunya dianiaya, kata Roby, anak korban melapor ke Polsek Rao pada Jumat (2/1) pukul 4.00 WIB. Ia mengatakan bahwa korban melapor diwakili anaknya karena korban masih dirawat.
Roby mengatakan bahwa pihaknya belum diketahui kronologi lengkap dan penyebab korban dianiaya. Ia menyebut bahwa korban sedang dirawat di RSUD Tuanku Imam Bonjol setelah dirujuk dari puskesmas, dan belum bisa diajak berkomunikasi.
“Kami akan meminta keterangan korban hari Senin besok agar jelas masalahnya,” tutur Roby.
Di media sosial beredar isu bahwa wanita tua itu dianiaya oleh penambang emas illegal yang ia tegur.















