Kabarminang – Sejumlah wilayah di Sumatera Barat dilanda banjir dan longsor besar-besaran sejak Minggu hingga Senin (23–24/11/2025), setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur hampir seluruh provinsi. Daerah yang terdampak meliputi Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang, dengan beberapa akses utama mengalami kelumpuhan total.
Bencana ini terjadi tidak secara tiba-tiba. BMKG Minangkabau sudah mengeluarkan peringatan resmi mengenai potensi bencana hidrometeorologi untuk periode 21–27 November 2025, menyebut kondisi atmosfer sedang berada pada fase yang memicu hujan sangat lebat, angin kencang, dan meningkatnya risiko banjir serta longsor.
Pesisir Selatan: Jalan Lintas Padang–Bengkulu Terendam 1–1,5 Meter
Informasi yang dihimpun Sumbarkita pada Senin pagi menyebut banjir menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kondisi paling parah terjadi di Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, di mana Jalan Lintas Padang–Bengkulu tergenang air setinggi 100–150 sentimeter. Jalur nasional tersebut tidak dapat dilewati kendaraan, dan terjadi penumpukan panjang kendaraan dari kedua arah.
Banjir juga memasuki rumah warga dan memutus mobilitas penduduk sejak malam.
Padang Pariaman: 7 Kecamatan Terendam Banjir Meluas
Di Kabupaten Padang Pariaman, banjir melanda sedikitnya tujuh kecamatan pada Minggu (23/11), yaitu:
- Lubuk Alung (Nagari Lubuk Alung)
- Batang Anai (Kasang, Katapiang)
- Sintuak Toboh Gadang (Nagari Sintuak)
- Ulakan Tapakih (Kampuang Galapuang Ulakan & Manggopoh Palak Gadang Ulakan)
- 2×11 Enam Lingkung (Sicincin, Lubuk Pandan)
- Anam Lingkuang (Pakandangan)
- Nan Sabaris (Sunua Tengah)
Banjir merendam jalan permukiman, menutup sejumlah jalur utama dan memaksa warga mengungsi di beberapa titik.
Agam: Longsor dan Terban Jalan Beruntun, Empat Ruas Utama Lumpuh
Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah paling terdampak, dengan laporan empat titik longsor besar dan satu lokasi jalan terban pada ruas provinsi dan nasional.
BPBD Agam melaporkan bencana terjadi di Malalak, Palupuah, dan IV Koto, sementara penanganan glodo juga dilakukan di Tanjung Raya.
- Jalan Padang–Koto Tinggi via Malalak Terputus Total
Longsor di Jorong Jalan Provinsi Padang–Koto Tinggi (via Malalak), Nagari Balingka, IV Koto, menutup total badan jalan.
Material setinggi 50–100 cm sepanjang 15–20 meter membuat akses antarwilayah lumpuh.
- Pohon Tumbang & Longsor di Malalak Timur
Material longsor dan pohon tumbang menutup akses di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur. Arus kendaraan berhenti total.
- Badan Jalan Terban di Pagadih–Koto Tinggi
Tanah amblas terjadi di Jorong Bateh Gadang, Nagari Pagadih. Jalan retak parah dan kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
- Longsor di Jalan Nasional Simpang Patai
Longsor di Jorong Sipisang, Nagari Nan Tujuah, menyebabkan gangguan serius terhadap jalur nasional tersebut.
BPBD Agam telah berkoordinasi dengan PU Balai Wilayah III Sumbar dan pemerintah nagari untuk percepatan penanganan.
“Upaya penanganan sedang dilakukan dan telah dikoordinasikan kepada pihak berwenang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Gafur, kepada Sumbarkita.
- Tanjung Raya: Alat Berat Turun untuk Penanganan Glodo
Di wilayah Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, alat berat mulai bekerja membersihkan material glodo dari kejadian sebelumnya.
BMKG Sudah Mengingatkan: Potensi Cuaca Ekstrem Menguat Sepekan Ini
Peringatan BMKG yang dikeluarkan sebelumnya menjadi konteks penting dari rangkaian bencana hari ini.
Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan:
- Penguatan signifikan Monsun Asia
- Angin baratan dominan
- Orographic lifting memicu pembentukan awan hujan pekat di perbukitan
- Anomali suhu muka laut positif
- Gelombang Rossby Ekuatorial aktif
- IOD negatif
Seluruh kombinasi faktor ini meningkatkan risiko hujan lebat berdurasi panjang, banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi di area pesisir.
Daerah yang masuk kategori risiko tinggi menurut BMKG antara lain Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.
BMKG meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 27 November 2025.
















