Kabarminang — Sinyal Telkomsel hilang di beberapa nagari di sekitar tower di Nagari Pasar Bukit Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, sejak Jumat (14/2/2026) menjelang subuh. Beberapa jam kemudian baru diketahui penyebab sinyal hilang, yaitu kabel tower dipotong dan dicuri orang.
Hal itu dikatakan oleh karyawan PT Tower Bersama Group (TBG), Adi Salmi (40 tahun). Adi mengatakan bahwa PT TBG merupakan rekanan Telkomsel yang membangun tower telekomunikasi untuk provider pelat merah itu.
Kepala Polsek Linggo Sari Baganti, AKP Welly Anoftri, mengatakan bahwa pencurian kabel itu pertama kali diketahui oleh Agus Dermawan, karyawann PT PJT sebagai tim pendukung perawatan tower. Welly menceritakan bahwa Agus mendapatkan info pada Jumat (14/2/2026) sekitar pukul 4.00 WIB dari petugas piket bahwa alarm tower PT TBG di Pasar Bukit Air Haji berdering.
Setelah mendapatkan informasi itu, kata Welly, Agus bersama rekan-rekannya langsung meluncur ke lokasi. Di tower tersebut mereka mendapati seorang pria memotong kabel RRU. Pria tersebut langsung kabur saat melihat Agus dan beberapa orang lainnya datang.
“Agus dan para petugas tower mengejar pria itu. Mereka akhirnya mendapati pelaku bersembunyi di belakang meja teras rumah warga di depan gerbang MAN Air Haji. Warga mulai ramai di tempat itu karena penangkapan pencuri kabel tersebut. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Linggo Sari Baganti,” ucap Welly.
Welly menginformasikan bahwa pencuri kabel tersebut berinisial FN (26 tahun), penganggur, warga Kampung Lubuk Ubay, Nagari Tanah Bakali, Kecamatan Air Pura.
Setelah FN tiba di markas polsek, kata Welly, perwakilan PT TBG, Adi Salmi, melaporkan FN ke polsek atas pencurian itu sekitar pukul 7.50 WIB. Polsek menerima laporan itu dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/5/II/2026/SPKT Polsek Linggo Sari Baganti/Polres Pessel/Polda Sumbar.
Sementara itu, Adi mengatakan bahwa FN mencuri kabel grounding (arde) yang ditanam di tanah dekat tower. Akibat pencurian itu, kata Adi, PT TBG rugo Rp10 juta. Sementara itu, kata Adi, PT Telkomsel rugi Rp100 juta karena FN memotong dan mencuri kabel RRU, alat pemancar jaringan.














