Anak korban yang menyusul ke kandang hanya menemukan sepasang sandal milik ayahnya. Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian. Tak lama, korban ditemukan tergeletak di dekat jurang dalam kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil visum RS Bhayangkara Padang menyebut korban meninggal dunia akibat pendarahan hebat. Luka tusuk menembus ulu hati hingga mengenai organ vital.
Dugaan Ancaman Sebelum Kematian
Penyidik juga menelusuri keterangan keluarga korban yang menyebut Fikri sempat menerima ancaman melalui pesan WhatsApp. Pesan itu diduga dikirim seseorang yang dituduh melakukan pencabulan terhadap anak korban.
Dalam pesan tersebut, korban diperingatkan agar tidak melapor ke polisi. Jika tetap melapor, nyawanya terancam.
“Informasi ini sedang kami dalami untuk menguatkan bukti dan mengungkap motif di balik pembunuhan,” kata Rio.
Polres Pariaman menegaskan kasus ini menjadi perhatian serius. Tim gabungan masih bekerja mengumpulkan bukti, mendalami keterangan saksi.
















