Saat membuat laporan, korban datang bersama ayahnya, E, serta didampingi beberapa anggota keluarga, termasuk seorang kerabat laki-laki berinisial F.
Rio menyebut, setelah laporan diterima, korban kemudian menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi korban dan mendukung proses penyelidikan.
“Korban kemudian dilakukan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan medis tersebut, ditemukan indikasi bahwa korban telah mengalami kekerasan seksual dalam kurun waktu yang cukup lama.
Rio mengatakan temuan tersebut kemudian mendorong pihak keluarga untuk meminta korban menjelaskan siapa saja yang diduga melakukan perbuatan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan itu kemudian dilakukan pendalaman terhadap keterangan korban,” kata Rio.
Dalam keterangannya, korban kemudian menyebut bahwa salah satu orang yang pertama kali melakukan perbuatan tersebut adalah kerabatnya sendiri yang berinisial F.
Rio menjelaskan bahwa pengakuan tersebut memicu emosi ayah korban.
“Setelah mengetahui keterangan korban, ayah korban menjadi emosi,” ujarnya.
















