“Saat itu saya ditinju, dipukul, diinjak oleh dia. Saksinya adik kandung saya, anak saya, dan Pak RT. Akibat dianiaya, kepala saya memar. Saya dibawa ke rumah sakit,” tutur Ocha.
Dugaan penganiayaan kedua terjadi dalam Ramadan. Ocha menceritakan bahwa saat itu ia ditinju, ditampar, pipi disundut rokok yang menyala karena tidak bangun saat sahur. Ia menyebut bahwa dugaan penganiayaan itu disaksikan oleh tetangganya. Ia mengatakan bahwa saksi bisu dugaan penganiayaan itu ialah dinding triplek yang bolong karena ditinju oleh pelaku.
“Waktu itu saya menyuruh saya untuk bercerai dengan pelaku daripada saya teraniaya dengannya. Namun, waktu itu saya tidak ingin bercerai dengan pelaku karena dia meminta maaf. Selain itu, dia menyayangi anak-anak saya sebagaimana anak kandung. Itulah yang membuat saya bertahan dengannya,” ucap Ocha.
Dugaan penganiayaan ketiga terjadi pada Kamis (23/4/2026) malam. Ocha kemudian menceritakan kronologi awalnya peristiwa tersebut. Pada Kamis sekitar pukul 6.00 WIB, sebagaimana biasanya, AF membangunkan anak Ocha yang perempuan paling kecil untuk pergi sekolah. Namun, anak tersebut mengatakan bahwa ia tidak pergi sekolah hari itu karena demam. AF lalu membangunkan anak Ocha yang laki-laki. Saat dibangunkan, anak itu mengatakan bahwa ia tidak pergi ke sekolah karena mau pergi ke sekolah sendirian tanpa bersama adiknya.
“Saat itu pelaku meremas kaki anak saya yang laki-laki sehingga anak saya kesakitan. Mendengar anak saya kesakitan, saya bertanya kepada pelaku tentang apa yang dia lakukan kepada anak saya. Akhirnya, kami cekcok mulut. Dia berkata tidak akan mengurus anak lagi,” ujar Ocha.
Hari itu Ocha sebenarnya tidak ada jadwal manggung. Namun, karena kesulitan uang, ia menghubungi kawannya yang ada jadwal manggung. Sekitar pukul 14.00 WIB ia pergi ke tempat kawannya manggung tersebut. Sebelum pergi manggung, ia menanak nasi dan membuatkan mi untuk anaknya. Ia berpesan kepada anaknya untuk meminta uang untuk membeli telur kepada AF dan meminta bantuan AF untuk memasakkan telur tersebut.
Setelah manggung, Ocha pulang tiba di rumah saat magrib bersama dua temannya. Ia melihat anaknya belum mandi dan belum makan saat ditanya. Kata anaknya, mereka belum makan karena tidak mau makan mi, sementara AF tidak membuatkan mereka makanan.
Setelah mendengar penuturan anaknya, Ocha bertanya kepada AF yang sedang berada di dalam kamar apakah AF tidak mengurus anak karena masalah tadi pagi. Mereka kemudian cekcok.
















