Menurut Rivo, perdebatan tersebut berkembang menjadi provokasi hingga salah seorang pengelola menghubungi kelompoknya yang berada di pos bawah. Sekitar pukul 17.23 WIB, kata Rivo, sejumlah orang yang disebut terdiri atas pengurus pos dan oknum tukang ojek datang ke Pos 2.
Rivo menyebut bahwa jumlah massa mencapai sekitar 20 orang. Setibanya di lokasi, mereka langsung menyerang Mayor.
“Massa datang beramai-ramai sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung mengeroyok Pak Hendra tanpa ada pembicaraan awal. Beberapa orang, terutama oknum ojek, memukul korban berkali-kali menggunakan potongan batang kayu,” ucap Rivo.
Akibat pengeroyokan tersebut, kata Rivo, Mayor mengalami sejumlah luka lebam, terutama pada bagian punggung belakang dan betis. Ia menyebut bahwa korban juga mengalami trauma pada bagian kepala yang menyebabkan telinganya berdengung hebat atau tinnitus.
“Pak Hendra pusing berat hingga kesulitan berdiri,” ucap Rivo.
Setelah pengeroyokan mereda, kata Rivo, korban berusaha menyelamatkan diri dengan turun dari Pos 2 dengan menggunakan sepeda motor. Setibanya di bawah, katanya, anggota keluarga yang menjemput Mayor menyebut bahwa Mayor setengah sadar. Setelah itu, korban dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Keluarga membawa Pak Hendra ke RSUD Mohammad Natsir di Kota Solok,” tutur Rivo.
Rivo mengatakan bahwa petugas medis menjadwalkan pemeriksaan rontgen untuk memastikan ada atau tidaknya patah tulang maupun kemungkinan cedera organ dalam korban.
















