Sumbarkita — Pengelola posko pendakian Gunung Talang, Kabupaten Solok, membantah tuduhan mengeroyok warga yang menegur pendaki. Sebelumnya, diberitakan bahwa warga bernama Hendra alias Mayor (52 tahun) mengaku dikeroyok 20 orang di Pos 2 jalur pendakian Gunung Talang pada Minggu (23/8/2026) sore.
Salah seorang Pengelola Posko Pendakian Gunung Talang, Saiman alias Uncu (42 tahun), mengatakan bahwa yang terjadi bukanlah pengeroyokan, melainkan adu mulut dan dorong-dorongan biasa. Ia menyebut bahwa cekcok itu langsung dilerai warga.
Saiman menilai bahwa klaim penganiayaan berat tersebut tidak masuk akal jika melihat kondisi fisik di tempat kejadian perkara.
”Secara logika, jika benar dikeroyok puluhan orang, korban tentu mengalami luka yang sangat fatal di lokasi saat itu juga,” ujar Saiman kepada Kabarminang.com pada Selasa (25/8/2026).
Saiman menceritakan bahwa awalnya Mayor menegur ibu-ibu pedagang di Pos 2, kawasan Bukik Bulek, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar, perihal tumpukan sampah yang belum dibersihkan. Pedagang telah menjelaskan bahwa sampah menumpuk karena aktivitas jual-beli baru saja selesai dan warga belum sempat bergotong royong untuk membersihkan sampah itu.
“Namun, Mayor membentak ibu-ibu pedagang tersebut. Akibatnya, salah satu pedagang pingsan,” ucap Saiman.
Setelah adu mulut tersebut, kata Saiman, Mayor turun ke warung keponakannya, lalu kembali membawa pedang katana. Ia menyebut bahwa Mayor kemudian mengejar pengemudi ojek ke arah atas sambil mengayunkan senjata tajam itu sehingga mereka berhamburan menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motor. Setelah itu, katanya, Mayor merusak enam sepeda motor milik tukang ojek.
“Mayor memecahkan lampu dan bodi sepeda motor, serta menyayat terpal warung pedagang,” tutur Saiman.
















