Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mempromosikan sekaligus menyosialisasikan event peringatan 100 Tahun Jam Gadang dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah I yang berlangsung di halaman Balee Meuseuraya, Aceh, Minggu (19/4/2025).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, mengatakan peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memandang Jam Gadang tidak hanya sebagai landmark kota, tetapi juga sebagai simbol sejarah, identitas, dan kebanggaan bangsa.
Ia berharap momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan pelestarian cagar budaya melalui semangat kolaborasi dan persahabatan antardaerah dan budaya.
“Melalui forum APEKSI, Pemko Bukittinggi mengundang seluruh anggota APEKSI untuk menghadiri rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada 14 hingga 21 Juni mendatang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemerintah kota untuk turut mendukung dan mempromosikan kegiatan ini melalui berbagai media di daerah masing-masing, sehingga gaung peringatan 100 Tahun Jam Gadang dapat dirasakan secara luas di seluruh Indonesia.
Ia melanjutkan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang akan diisi dengan berbagai kegiatan, meliputi seminar internasional dengan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, lomba dan pameran fotografi Jam Gadang, lomba puisi tingkat nasional dari Aceh hingga Papua, serta pemutaran film dalam program Bukittinggi Film Festival yang menampilkan karya dari negara-negara Asia Tenggara.
Selain itu, akan digelar Jam Gadang Cultural Night yang menampilkan pertunjukan seni budaya, serta pidato kebudayaan bertajuk manifesto 100 Tahun Jam Gadang. Kemudian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) atau festival literasi dan budaya. Kegiatan ini akan dihadiri 40 negara, yang diharapkan semakin menguatkan posisi Jam Gadang sebagai ikon budaya. Kegiatan ini akan ditutup dengan festival kuliner tradisional yang menghadirkan hidangan khas Bukittinggi oleh Bundo Kanduang.
















