Kabarminang – Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Welcome Dinner International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang dirangkaikan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/6/2026), dan dihadiri sejumlah tamu serta delegasi dari berbagai daerah dan negara.
Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF), Sastri Bakry, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya IMLF ke-4. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan festival tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, pegiat literasi, media, relawan, hingga delegasi internasional.
“Kesuksesan IMLF tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama banyak pihak yang bersama-sama berkomitmen memajukan literasi serta memperkenalkan budaya Minangkabau ke tingkat global,” ujarnya.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya menegaskan bahwa Bukittinggi merupakan kota bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak hari lahirnya yang ditetapkan pada 22 Desember 1784, kota tersebut berkembang menjadi pusat perdagangan, pendidikan, perjuangan, dan peradaban masyarakat Minangkabau.
Ramlan menjelaskan, peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi perayaan usia sebuah bangunan bersejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat diplomasi budaya, melestarikan sejarah, dan memperkenalkan Bukittinggi sebagai kota sejarah sekaligus destinasi wisata dunia.
“Peringatan satu abad Jam Gadang menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Bukittinggi,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menilai penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival tahun 2026 semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun Jam Gadang.
Menurutnya, masyarakat Minangkabau memiliki tradisi literasi yang kuat yang berakar dari filosofi alam takambang jadi guru. Filosofi tersebut telah melahirkan banyak tokoh nasional di bidang pendidikan, sastra, dan kebangsaan.
Mahyeldi menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
“IMLF menjadi wadah membangun jejaring global, memperkuat persahabatan antarbangsa, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau kepada dunia,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan IMLF ke-4 yang bertepatan dengan peringatan satu abad Jam Gadang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Bukittinggi berharap promosi budaya, literasi, dan pariwisata daerah dapat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
















