Kabarminang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman terus mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabencana banjir bandang melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Rehabilitasi Lahan Sawah yang didukung Kementerian Pertanian RI.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah, Hendra Aswara, mengatakan kehadiran Menteri Pertanian beberapa waktu lalu di Padang Pariaman menjadi dorongan besar bagi percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah.
“Ini menjadi angin segar sekaligus berkah bagi Padang Pariaman. Dengan komitmen yang kuat, kita menargetkan penyelesaian program ini dalam waktu satu bulan, bahkan diupayakan bisa dipercepat menjadi dua minggu agar manfaatnya segera dirasakan petani,” ujar Hendra.
Ia melanjutkan, Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan untuk lahan rusak ringan melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dengan anggaran sebesar Rp2,45 miliar yang mencakup 446 hektare lahan, dengan rincian Rp5,5 juta per hektare. Bantuan ini meliputi perbaikan kondisi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, serta biaya pengolahan lahan.
“Hingga 15 April 2026, progres fisik kegiatan telah mencapai 70 persen atau setara 324 hektare, dengan realisasi keuangan sebesar Rp1,64 miliar,” tuturnya.
Sementara itu, program Rehabilitasi Lahan Sawah untuk kategori rusak sedang seluas 198 hektare mulai berjalan melalui revisi DIPA pada 19 Februari 2026, dengan total anggaran sebesar Rp2,85 miliar.
“Penyaluran dana tahap awal telah dilakukan sejak 8 April 2026 langsung ke rekening kelompok tani, dengan total realisasi mencapai Rp1,98 miliar yang menjangkau 17 kelompok tani,” lanjutnya.
Ia melanjutkan, seluruh program ini dilaksanakan melalui skema dana APBN dengan pola Tugas Pembantuan. Dana disalurkan langsung dari Kas Negara ke rekening kelompok tani melalui mekanisme SP2D, sementara pelaksanaan kegiatan di lapangan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani.
















