Kabarminang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman mengajukan proposal penguatan sarana dan prasarana persampahan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bagian dari upaya mempercepat reformasi pengelolaan sampah nasional.
Proposal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah se-Sumatera Barat yang digelar di Hall IKK Parik Malintang pada Selasa (14/7/2026).
Bupati menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dengan melibatkan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di setiap nagari.
“Kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bertumpu pada pengangkutan ke TPA, tetapi dimulai dari kesadaran masyarakat melalui pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan,” ujar John Kenedy Azis.
Dalam proposal tersebut, Pemkab Padang Pariaman mengusulkan bantuan enam unit dump truck, 17 unit arm roll truck, 103 unit kontainer sampah, 103 unit becak motor pengangkut sampah, pembangunan 17 unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan, serta pembangunan satu unit Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai pusat pengolahan sampah kabupaten.
Selain penguatan infrastruktur, konsep yang diusung juga mengedepankan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Masyarakat akan didorong memilah sampah ke dalam tiga kategori, yakni sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos atau pakan ternak, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah atau pengepul, serta sampah residu yang akan ditangani melalui sistem pengolahan lanjutan.
Ia menambahkan, Pemkab Padang Pariaman juga merancang agar TPS 3R dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat sehingga menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di tingkat kecamatan. Sementara itu, TPST akan menjadi pusat pengolahan akhir yang dikelola pemerintah daerah.
John Kenedy Azis berharap dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dapat mempercepat peningkatan pelayanan persampahan, pengurangan sampah dari sumber, serta mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Padang Pariaman.
“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan pemerintah pusat dan partisipasi masyarakat, kami optimistis Padang Pariaman mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” katanya.
















