Kabarminang – Antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar itu dipicu oleh maraknya aksi pelangsir serta terganggunya distribusi akibat hambatan di sejumlah jalur logistik.
Di Pasaman Barat, antrean mengular panjang di SPBU Sariak, Kecamatan Luhak Nan Duo pada Jumat (10/7/2026). Hengki (25) warga setempat mengatakan sepeda motor mengular hingga enam lapis dan memakan badan jalan. Banyak masyarakat dan pengemudi angkutan barang harus menunggu selama berjam-jam, bahkan tidak sedikit yang kehabisan stok sebelum mendapat giliran mengisi BBM.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di SPBU Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Adi (24) warga setempat, mengatakan antrean mobil pribadi dan truk logistik mengular hingga ke luar area SPBU. Warga mengaku stok Pertalite kerap habis setelah mereka lama mengantre.
Maraknya aktivitas pelangsir menjadi salah satu penyebab terganggunya ketersediaan BBM bersubsidi di sejumlah daerah. Para pelaku menggunakan berbagai modus untuk membeli BBM dalam jumlah besar, mulai dari memodifikasi tangki kendaraan, menggunakan pelat nomor dan barcode ganda, hingga membawa sepeda motor dengan kondisi ban bocor agar memperoleh prioritas pengisian dari petugas SPBU.
Selain itu, kelangkaan juga dipicu oleh terganggunya distribusi akibat hambatan di jalur logistik. Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Sumbar, Fakhri Rizal Hasibuan menyebut distribusi BBM mengalami kendala akibat terhambatnya perjalanan mobil tangki Pertamina dari Terminal BBM Teluk Kabung.
Armada pengangkut BBM harus melewati sejumlah titik kemacetan yang dipicu proyek perbaikan jembatan di Bungus Teluk Kabung, pekerjaan pengaspalan di kawasan Lembah Anai, serta kepadatan lalu lintas di jalur Sitinjau Lauik.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, mengatakan bahwa persoalan infrastruktur menjadi penyebab utama terganggunya distribusi BBM ke berbagai daerah.
“Kami menghadapi kendala akses distribusi yang sangat berat akibat perbaikan jembatan dan penutupan jalan, sehingga pasokan yang keluar dari Teluk Kabung mengalami keterlambatan signifikan ke daerah-daerah,” ujar Helmi pada Jumat (10/7/2026).
















