Meski mengizinkan anaknya pergi, Martina mengaku tidak mengetahui secara detail nama tim maupun turnamen futsal yang akan diikuti Valza. Namun ia mengetahui bahwa anaknya dan tim berangkat pada Sabtu agar tidak terburu-buru mengikuti pertandingan pada Minggu.
Setelah kecelakaan tersebut, Valza menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang. Martina mengatakan anaknya mengalami patah tangan serta luka robek di bagian kepala, selain luka di paha dan kaki.
“Sudah operasi sekitar pukul 10.00 WIB, baru selesai pukul 13.30 WIB. Kondisinya masih belum sadar, kami masih menunggu,” ujarnya.
Pantauan di rumah sakit pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 13.14 WIB, Martina terlihat menunggu bersama suaminya di lantai tiga rumah sakit tersebut. Keduanya duduk di kursi di depan lift sambil menantikan kabar dari tim medis mengenai kondisi anak mereka.
Di lantai tersebut terdapat ruang ICU tempat Valza menjalani perawatan pascaoperasi. Selama menunggu, keluarga terus berharap Valza segera sadar dan kondisinya membaik.
Sementara itu, suami Martina beberapa kali menerima panggilan telepon dari keluarga yang menanyakan perkembangan kondisi Valza. Kepada keluarga, mereka menyampaikan bahwa Valza baru saja selesai menjalani operasi dan masih dalam penanganan tim medis.
Sebelumnya, tiga pelajar tertabrak KA B56A Lembah Anai di jalur rel kilometer 15+400 petak jalan Stasiun Padang–Stasiun Tabing. Dalam kejadian tersebut, dua pelajar dilaporkan meninggal dunia, yakni Wahyu Rizki Anugrah (18) dan David Ricardo (18). Sementara satu korban lainnya, Valza (17), mengalami luka serius dan masih dalam kondisi kritis.
Ketiga korban diketahui merupakan pelajar SMA Negeri 1 Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
















