Kabarminang – Niat mengikuti pertandingan futsal di Kota Padang berujung petaka bagi Valza (17), pelajar asal Nagari Malai III Koto, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Ia kini menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban kecelakaan kereta api Lembah Anai B56A.
Peristiwa itu terjadi di depan SLB Karya Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 19.15 WIB.
Saat ini Valza dirawat di Rumah Sakit Hermina Padang setelah menjalani operasi akibat sejumlah luka serius yang dideritanya.
Ibu korban, Martina (50), mengatakan dirinya baru mengetahui kabar kecelakaan tersebut setelah menunaikan salat Magrib. Ia mengaku sangat terkejut ketika mendapat informasi bahwa anaknya menjadi salah satu korban kecelakaan kereta api.
“Iya, anak saya salah satu korban kecelakaan dengan kereta api kemarin. Saya dapat informasi setelah salat Magrib. Namanya orang tua dapat kabar seperti itu tentu cemas,” ujar Martina saat ditemui di Rumah Sakit Hermina Padang.
Mendengar kabar tersebut, Martina mengaku kaget bahkan sempat histeris. Ia kemudian segera berangkat menuju Padang bersama suaminya, Erman, untuk memastikan kondisi anaknya.
Sebelum kejadian, kata Martina, Valza sempat meminta izin untuk pergi ke Padang guna mengikuti pertandingan futsal mewakili tim Kecamatan Sungai Geringging. Permintaan itu diizinkan karena sebelumnya Valza juga sudah beberapa kali mengikuti pertandingan di kota tersebut.
“Karena sudah sering mengikuti pertandingan, saya mengizinkan. Rencananya mengikuti pertandingan hari Minggu,” katanya.















