Kabarminang – Seorang mahasiswi Universitas Andalas (UNAND) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, mengaku merasa diintip orang tak dikenal ketika sedang mandi. Pihak kampus memutuskan memindahkan seluruh mahasiswa KKN dari lokasi tersebut.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (4/1), saat seorang mahasiswi tengah mandi di kamar mandi rumah warga tempat mahasiswa KKN bermukim. Korban mengaku merasa diintip oleh orang tak dikenal, sehingga mengalami ketakutan dan kecemasan.
Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak kampus. UNAND lantas memutuskan menarik dan memindahkan sebanyak 25 mahasiswa KKN yang baru dua hari berada di Nagari Sintuak, setelah sebelumnya tiba pada Jumat (2/1).
Keputusan tersebut mendapat tanggapan dari Pemerintah Nagari Sintuak. Wali Nagari Sintuak, Desrial, mengaku terkejut karena penarikan mahasiswa dilakukan tanpa komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak nagari.
“Saat kejadian saya tidak berada di nagari, dan penarikan mahasiswa juga tidak dibicarakan dengan pemerintah nagari,” kata Desrial.
Ia menegaskan, pihak nagari telah berupaya menelusuri kebenaran dugaan pengintipan tersebut. Namun, hingga kini tidak ditemukan bukti yang menguatkan adanya tindakan tersebut.
“Tidak ada laporan resmi ke nagari, tidak ada saksi, dan tidak ada pelaku. Sampai sekarang tidak terbukti,” ujarnya.
Desrial juga mengingatkan agar dugaan tersebut tidak serta-merta diarahkan menjadi tuduhan terhadap warga. Menurutnya, sebagai pendatang baru, mahasiswa KKN kerap menjadi perhatian masyarakat sekitar.
“Bisa saja di belakang kamar mandi ada warga yang sedang mencari kayu atau sekadar melintas. Itu bisa menimbulkan perasaan seolah-olah diintip,” katanya.















