Kabarminang – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera Barat kembali menggelar aksi demonstrasi di gerbang masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Koordinator Lapangan aksi, Farhan Defra Jaya Kusuma, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk akumulasi keresahan masyarakat terhadap berbagai permasalahan kompleks yang sedang terjadi di Sumatera Barat.
“Kami hadir kembali di sini karena melihat kondisi Sumatera Barat yang sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah,” ujar Farhan saat ditemui di lokasi aksi.
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Padang tersebut membeberkan tuntutan pertama mereka yang berfokus pada penanggulangan masalah sosial, khususnya maraknya fenomena LGBT.
“Kami menuntut ketegasan pemerintah dalam menyikapi persoalan LGBT yang kian meresahkan dan mengancam nilai-nilai adat serta agama di Minangkabau,” kata Farhan.
Tuntutan kedua yang dibawa oleh massa aksi berkaitan erat dengan lambatnya perbaikan infrastruktur publik, terutama fasilitas pasca-bencana yang krusial bagi aktivitas warga.
“Pemerintah daerah harus segera menyelesaikan perbaikan infrastruktur pasca-bencana, seperti pemulihan Mushola Sariak dan percepatan pembangunan jembatan bailey agar mobilitas masyarakat kembali normal,” tutur Farhan.
















