Yang mengkhawatirkan, kondisi udara buruk ini bukan terjadi sesaat. Dalam prakiraan harian, kualitas udara Padang pada Senin tercatat di angka 167, Selasa diperkirakan 138, Rabu 145, dan baru menunjukkan perbaikan pada Kamis dengan indeks 104.
Kabut asap yang menyelimuti Padang dalam beberapa hari terakhir telah mendorong pemerintah daerah mengambil langkah mitigasi. Wali Kota Padang Fadly Amran bahkan telah menerbitkan surat edaran tentang mitigasi kabut asap terhadap kesehatan menyusul penurunan kualitas udara di wilayah kota.
Bagi warga Padang, kondisi ini menjadi alarm bahwa kabut yang terlihat di langit bukan sekadar gangguan pemandangan. Di balik jarak pandang yang menurun, terdapat ancaman partikel halus yang terus berada di udara dan berpotensi masuk ke tubuh setiap kali bernapas.
Masyarakat, terutama kelompok rentan, perlu meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga menjadi salah satu langkah perlindungan ketika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari.
Hingga Minggu sore, satu hal yang jelas: Padang belum benar-benar keluar dari kepungan asap. Meski angka kualitas udara diperkirakan perlahan turun pada malam hari, kondisi siang ini menunjukkan warga Kota Padang masih harus berhadapan dengan udara yang berada pada level sangat tidak sehat.
















