Kabarminang – Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, diselimuti kabut asap pada Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada Senin sore, indeks kualitas udara (AQI) di Payakumbuh tercatat 163 dan masuk kategori tidak sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 72,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
IQAir juga mencatat konsentrasi PM2.5 tersebut sekitar 14,6 kali lebih tinggi dibanding nilai panduan tahunan PM2.5 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data yang ditampilkan IQAir pada pukul 13.00 WIB menunjukkan suhu udara sekitar 32 derajat Celsius, kecepatan angin 7 kilometer per jam, dan kelembapan 38 persen.
Prakiraan per jam menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat hingga malam hari. AQI diperkirakan berada di angka 160 pada pukul 17.00 WIB, 160 pada pukul 18.00 WIB, 158 pada pukul 19.00 WIB, 157 pada pukul 20.00 WIB, dan 156 pada pukul 21.00 WIB.
Data IQAir tersebut disebut berasal dari model turunan satelit (satellite-derived model).
Kondisi tingginya konsentrasi PM2.5 perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di tengah kondisi udara berpolusi.
















