Kabarminang – Kabut asap menyelimuti Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Senin (7/9/2026). Bersamaan dengan itu, kualitas udara di kota wisata tersebut berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 16.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Bukittinggi mencapai 156 atau masuk kategori tidak sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 63,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut tercatat 12,7 kali lebih tinggi dibanding nilai panduan tahunan PM2.5 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Saat pemantauan dilakukan, suhu udara di Bukittinggi berada di angka 26 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 7 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 82 persen.
Kondisi kualitas udara diperkirakan masih berada pada kategori tidak sehat hingga malam hari. IQAir memprakirakan AQI pada pukul 17.00 WIB berada di angka 156, kemudian 155 pada pukul 18.00 WIB, 154 pada pukul 19.00 WIB, dan 153 pada pukul 20.00 WIB.
Untuk prakiraan harian, AQI Bukittinggi diperkirakan berada di angka 150 pada Senin, turun menjadi 141 pada Selasa (8/9/2026), lalu kembali meningkat menjadi 153 pada Rabu (9/9/2026).
Data IQAir menyebutkan informasi tersebut berasal dari model turunan satelit (satellite-derived model).
Masyarakat diimbau mewaspadai kondisi udara yang memburuk dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan, selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
















