Senin, September 7, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Pencemaran Merkuri Tambang Emas Ilegal di Hulu DAS Batanghari Sumbar Meluas hingga Jambi

Mengki Kurniawan
Senin, 7 September 2026 08:02
in Kabar Sumbar
Ilustrasi penambang emas di pinggir sungai. Ilustrasi: Gemini AI

Ilustrasi penambang emas di pinggir sungai. Ilustrasi: Gemini AI


Kabarminang — Aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari di wilayah pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di sekitar Gunung Rasan di perbatasan Pesisir Selatan dan Solok, serta kawasan Danau Di atas di Solok kini memicu pencemaran merkuri masif. Dampaknya telah meluas hingga ke Provinsi Jambi.

​Pakar Lingkungan sekaligus Ketua Forum DAS Sumatera Barat (Sumbar) dan Guru Besar Universitas Gunadarma, Isril Berd, menegaskan bahwa penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pengolahan emas secara liar telah merusak sistem ekologi perairan secara lintas wilayah.

​”Aktivitas pengolahan emas yang memanfaatkan merkuri menghasilkan limbah beracun yang mengalir mengikuti gaya gravitasi menuju sungai. Karena itu, pencemaran dari hulu DAS di Sumatera Barat kini dampaknya sudah melintasi batas provinsi sampai ke hilir Sungai Batanghari di Jambi,” kata Isril kepada Kabarminang.com pada Minggu (6/9/2026).

Isril menjelaskan bahwa penggunaan air raksa secara bebas oleh para penambang liar mencemari aliran air dan mengendap pada biota perairan dalam jangka panjang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya memicu kematian ekosistem sungai, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar dengan risiko penyakit kulit hingga cacat lahir pada generasi mendatang.

Selain itu, kata Isril, penambangan liar di sepanjang tepi sungai telah memicu tingkat kekeruhan air yang amat pekat serta sedimentasi parah di sepanjang sub-DAS Batanghari. Ia menerangkan bahwa pendangkalan sungai dan perubahan alur alami air berakibat pada turunnya kualitas air bersih yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan harian.

​Isril menyoroti adanya pergeseran metode penambangan dari cara-cara tradisional menuju operasi skala besar yang mempercepat skala kerusakan alam.

​”Dahulu warga menambang secara manual menggunakan sekop atau dulang, tetapi sekarang aktivitas tersebut sudah memakai puluhan hingga ratusan unit alat berat seperti ekskavator dan buldozer,” ujar Isril.

​Isril menyampaikan bahwa penambang skala kecil dari masyarakat lokal umumnya terdesak oleh kebutuhan ekonomi harian. Sementara itu, katanya, pemodal besar bertindak sebagai pihak yang meraup keuntungan utama di tengah kehancuran lingkungan.


halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: banjir dan longsorbencana hidrometeorologiBukit BarisanDanau DiatasDAS BatanghariForum DAS SumbarGunung Rasanhulu DAS BatanghariIsril Berdkerusakan lingkunganlimbah merkurilingkungan Sumatera Baratmerkuri tambang emaspenambangan emas ilegalpencemaran airpencemaran lingkunganpencemaran merkuripencemaran Sungai BatanghariPertambangan Emas IlegalPesisir Selatansedimentasi sungaisolokSungai Batanghari Jambitambang emas ilegaltambang emas ilegal Sumbartambang ilegal Sumatera Barat

Berita Terkait

Selidiki Tambang Emas Ilegal di Limapuluh Kota, Polisi Tak Temukan Alat Berat

DAS Rusak Akibat Tambang Ilegal di Sumbar, Pakar Desak Pemulihan dan Penegakan Hukum

6 September 2026
Jarak Pandang dan Kualitas Udara di Padang Menurun, BMKG Ungkap Pemicunya

Kabut Asap di Sumbar Berulang Tiap Tahun, Pakar Soroti Lemahnya Pengawasan dan Antisipasi Pemerintah

6 September 2026
21 Penerbangan dari dan ke BIM Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 2.318 Penumpang Terdampak

21 Penerbangan dari dan ke BIM Batal Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 2.318 Penumpang Terdampak

6 September 2026
Tampil di IdeaFest 2026, Wako Fadly Paparkan Nasi Padang Mendunia Tanpa Kehilangan Identitas

Tampil di IdeaFest 2026, Wako Fadly Paparkan Nasi Padang Mendunia Tanpa Kehilangan Identitas

6 September 2026
Puluhan Alat Berat Beroperasi di Lokasi Diduga Tambang Emas Ilegal di Lima Puluh Kota

Puluhan Alat Berat Beroperasi di Lokasi Diduga Tambang Emas Ilegal di Lima Puluh Kota

6 September 2026
Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

6 September 2026
Next Post
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Pohon di Kawasan Pasar Payakumbuh

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Pohon di Kawasan Pasar Payakumbuh

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Pergi dengan Pemuda yang Baru Dikenal Sehari, Seorang Siswi SMP di Sijunjung Dicabuli

Pergi dengan Pemuda yang Baru Dikenal Sehari, Seorang Siswi SMP di Sijunjung Dicabuli

31 Agustus 2026

Video: Motor Tabrakan dengan Odong-odong di Pesisir Selatan, Dua Orang Dilaporkan Tewas

Video: Motor Tabrakan dengan Odong-odong di Pesisir Selatan, Dua Orang Dilaporkan Tewas

3 September 2026

Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Pengendara Sepeda Motor Tewas

4 September 2026

Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

6 September 2026

Penggembala di Tanah Datar Ditangkap Polisi karena Jual Dua Kerbau Titipan

Penggembala di Tanah Datar Ditangkap Polisi karena Jual Dua Kerbau Titipan

5 September 2026

Mahasiswa UNP Asal Tanah Datar Hilang Empat Hari, Terakhir Keluar Kos untuk Makan

Mahasiswa UNP Asal Tanah Datar Hilang Empat Hari, Terakhir Keluar Kos untuk Makan

4 September 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.