Kabarminang – Sebanyak 21 penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) batal pada Minggu (6/9/2026), dengan rincian 10 penerbangan keberangkatan menuju Jakarta dan 11 penerbangan kedatangan dari Jakarta.
Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengatakan pembatalan tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada jalur penerbangan serta operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma.
“Hingga kini ada 21 penerbangan dengan total 2.318 penumpang terdampak, dengan rincian 970 penumpang pada penerbangan kedatangan dan 1.348 penumpang pada penerbangan keberangkatan,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebanyak 10 penerbangan merupakan penerbangan menuju Padang dari Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma, yakni Lion Air JT 256, Citilink QG 952, Citilink QG 180, Citilink QG 958, dan Citilink QG 954, Pelita Air IP 350, Super Air Jet IU 812, Garuda Indonesia GA 148, Batik Air ID 7109, serta Susi Air SI 7294.
Sementara itu, 11 penerbangan lainnya merupakan penerbangan yang berangkat dari Padang menuju Jakarat, terdiri dari Lion Air JT 353 dan JT 257, Citilink QG 953, Citilink QG 181, Citilink QG 959, dan Citilink QG 955, Pelita Air IP 351, Super Air Jet IU 813, Garuda Indonesia GA 149, Batik Air ID 7108, serta Susi Air SI 200.
Ia mengatakan, informasi terkait penerbangan yang terdampak terus diperbarui. Ia menyebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait.
Ia mengimbau calon penumpang yang akan bepergian melalui BIM untuk memantau perkembangan jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai sebelum menuju bandara.
“Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Minangkabau, diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” imbuhnya.















