Kabarminang — Kabut asap kiriman dari Sumatera Selatan (Sumsel) memicu penurunan kualitas udara di Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya pada Minggu (30/8/2026).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Desrizal, menyebut bahwa ketiga daerah tersebut menjadi wilayah yang paling terdampak.
”Berdasarkan pemantauan 24 jam di aplikasi IQAir hingga pukul 13.59 WIB, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya mencatatkan kualitas udara terparah hari ini,” kata Desrizal kepada Sumbarkita pada Minggu (30/8/2026).
Desrizal mengatakan bahwa kondisi terburuk tercatat di Dharmasraya dengan Indeks Kualitas Udara (US AQI) mencapai 156 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
”Di Dharmasraya, angka US AQI bertahan tinggi di level 156 hingga pukul 15.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 62,8,” ujar Desrizal.
Berdasarkan pantauan di aplikasi, kata Desrizal, indeks kualitas udara di Dharmasraya diprakirakan baru akan membaik secara perlahan menuju angka 136 pada pukul 19.00 WIB.
Sementara itu, kata Desrizal, Sijunjung mencatatkan indeks kualitas udara sebesar 140 US AQI yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
”Untuk Sijunjung, tingkat polutan PM2.5 berada di angka 51,4 dengan suhu udara mencapai 34 pada siang hari,” ucap Desrizal.















