Rudi juga mengatakan pemeriksaan terhadap data digital dari telepon seluler korban yang dilakukan di Pekanbaru hingga kini belum disampaikan secara terbuka kepada keluarga. Karena itu, pihak keluarga berencana terus meminta penjelasan resmi dan akan menentukan langkah hukum berikutnya setelah hasil autopsi diterima.
Di sisi lain, Polres Pesisir Selatan memastikan proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil uji laboratorium dari Jakarta.
Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, Iptu Al Am’ar Faradhyba, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Laboratorium Bareskrim Mabes Polri untuk memantau perkembangan pemeriksaan.
“Kami juga tidak ingin kasus ini berlarut-larut. Beberapa sampel toksikologi seperti cairan darah dan lambung sudah dikirim ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, dan kami terus melakukan crosscheck setiap dua hari sekali,” ujar Al Am’ar kepada Sumbarkita, Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat melalui konferensi pers yang turut menghadirkan dokter forensik dan para ahli yang terlibat dalam pemeriksaan.
“Nanti saat hasil autopsi keluar, kami akan menggelar konferensi pers dengan menghadirkan langsung dokter forensik serta para ahli yang terlibat agar penanganan kasus ini jelas dan terang benderang,” pungkasnya.















