Korban mengaku diintimidasi, ponselnya dirampas, diraba-raba, dipaksa untuk memuaskan nafsu bejat pelaku dan diajak masuk ke ruang tertutup oleh pelaku. Ketika menolak, korban justru diancam akan dipanggil kembali.
“Korban menyampaikan bahwa ia tak hanya diraba, tapi juga dicium secara paksa. Ini bukan sekadar pelecehan, ini bentuk kekerasan seksual yang sistematis,” ungkapnya.
Keluarga korban, Suhardi mengungkapkan bahwa korban yang duduk di bangku kelas 10, telah dikeluarkan dari sekolah tanpa pemberitahuan jelas. Saat ini, korban terpaksa bersekolah di tempat yang jaraknya jauh dari rumah.
















