Dengan pandangan tersebut, NIA dinilai bukan sekadar karya seni, tetapi juga sarana edukatif yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Kapolres mengajak masyarakat untuk menyerap pesan moral dan hukum yang disampaikan film tersebut.
“Semakin banyak orang yang memahami pesan ini, semakin besar dampak positif yang bisa tercipta. Hukum, moral, dan kesadaran sosial bukan konsep abstrak; melalui film, pesan itu bisa hidup dan menjadi panduan nyata dalam keseharian,” tutupnya.
Tentang Film NIA
NIA mengangkat kisah tragis seorang remaja perempuan korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh pelaku In Dragon di Kayu Tanam, Padang Pariaman, pada September 2024. Film ini diproduksi oleh Smaradhana Pro dan disutradarai Aditya Gumay bersama Ronny Mepet.
Dretan pemainnya antara lain Syakira Humaira, Qya Ditra, Helsi Herlinda, Neno Warisman, Zainal Chaniago, Eka Putri Cahya, dan Aisyah.















