Kabarminang – Puluhan anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (7/5/2026). Mereka menuntut pemerintah daerah segera membenahi sektor pendidikan yang dinilai tengah mengalami krisis
Massa mulai memadati lokasi aksi sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam aksinya, mereka menyuarakan berbagai persoalan pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah yang rusak hingga ketidakjelasan nasib tenaga pendidik.
Ketua Umum PW KAMMI Sumbar, Jeni Mandala Saputra, menilai pemerintah belum serius menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.
“Walaupun anggaran pendidikan secara nasional terlihat besar, faktanya sebagian besar justru dialihkan untuk program lain, sementara sekolah rusak dan guru hidup tidak sejahtera,” ujar Jeni dalam orasinya.
Ia mengungkapkan keprihatinan terhadap tingginya angka anak tidak sekolah di Sumbar. Berdasarkan data tahun 2026, sekitar 64 ribu anak di provinsi itu disebut tidak mengenyam pendidikan.
Menurut Jeni, kondisi tersebut sangat memprihatinkan bagi daerah yang dikenal kuat dengan nilai pendidikan dan agama.
Selain itu, ia menyoroti buruknya fasilitas pendidikan di Sumbar. Menurutnya, sebanyak 76 persen laboratorium SMP dan 54 persen laboratorium SMA dalam kondisi rusak.
“Bagaimana kualitas pendidikan bisa meningkat jika fasilitas dasar untuk praktik siswa saja tidak memadai,” katanya.
















