Kabarminang — Dua belas warga Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), yang terjebak banjir pada Selasa (12/5/2026) malam. Tim gabungan mengevakuasi lima orang di antara mereka.
Kepala Koordinator Unit Siaga SAR Tanah Datar, Juni Fiwalman, mengatakan bahwa banjir tersebut terjadi akibat meluapnya sungai yang disebabkan oleh hujan deras yang turun sejak pukul 15.00 WIB hingga malam. Ia menyebut bahwa banjir itu merendam banyak rumah di sekitar sungai.
Akan tetapi, kata Juni, hanya lima rumah warga yang cukup dalam terendam banjir sebab hanya berjarak beberapa meter dari sungai, bahkan dua rumah hanya berjarak 1 hingga 2 meter dari sungai. Ia menyebut bahwa di lima rumah itu banjir mencapai paha, bahkan pinggang orang dewasa dengan arus yang cukup deras. Karena itu, katanya, para penghuni rumah khawatir banjir makin tinggi sebab hujan tidak kunjung reda.
“Warga menghubungi sekretaris nagari dan BPBD. BPBD memberi tahu kami. Kami bersama tim gabungan lainnya turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di rumah,” ujar Juni pada Rabu (13/5/2026).
Juni menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan informasi banjir itu pukul 21.10 WIB. Setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya memberangkatkan lima personel pukul 23.03 WIB menuju lokasi. Pukul 23.23 WIB pihaknya bersama tim gabungan mengevakuasi korban yang terjebak banjir. Ia mengatakan bahwa tim gabungan terdiri atas 5 personel SAR, 17 personel BPBD Tanah Datar, 15 polisi, 5 tentara, 10 perangkat nagari, 5 perangkat kecamatan, dan 20 warga.
Sesampainya di lokasi, kata Juni, dari 12 orang yang terjebak banjir, hanya lima orang yang mau dievakuasi. Ia mengungkapkan bahwa warga lainnya tidak mau dievakuasi karena takut rumahnya kemalingan jika ditinggalkan.
Juni menginformasikan bahwa lima orang yang dievakuasi itu ialah Ibrahim (55 tahun), Ratnawilis (54 tahun), Imam (22 tahun), Usman (54 tahun), dan Jasmainar (64 tahun). Ia menyebut bahwa lima korban berasal dari empat rumah.
Ia mengatakan bahwa tim mengevakuasi kelimanya dengan sebuah perahu karet ke jalan aspal, yang berjarak seratus meter dari rumah korban. Dari jalan, katanya, tim membawa korban ke kantor camat setempat.















