Kabarminang — Puluhan orang yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Barat menggeruduk Kantor Gubernur Sumbar untuk menuntut tindakan nyata pemerintah dalam mengatasi persoalan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Kamis (7/5/2026).
Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) KAMMI Sumatera Barat, Jeni Mandala Saputra, mengatakan aksi ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap degradasi moral yang kian nyata di tengah masyarakat. Ia menilai persoalan itu bukan perkara sepele yang bisa dibiarkan tanpa intervensi kebijakan yang tegas dari pemerintah provinsi.
“Kerusakan generasi akibat persoalan LGBT tidak mudah untuk dibenahi jika tidak dilakukan pemutusan mata rantai sejak sekarang,” ujarnya.
Atas kekhawatiran itu, Jeni mendesak Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, untuk segera mengambil tindakan yang terukur. Ia meminta pemerintah tidak hanya terjebak dalam kebijakan yang bersifat administratif tanpa menyentuh akar permasalahan di lapangan.
“Kami mendesak perlu adanya tindakan yang sangat terukur untuk mengatasi dan mengantisipasi hal ini agar tidak menjadi besar hingga tidak tumbuh kembali menjadi bibit-bibit penghancur generasi yang ada di Sumatera Barat,” ujarnya.
Jeni juga memberikan kritik terhadap gaya kepemimpinan pemerintah daerah yang selama ini dinilai lebih mengedepankan aspek citra daripada solusi substansial. Ia berharap aspirasi yang disampaikan hari ini ditindaklanjuti dengan program kerja yang nyata dan berkelanjutan.
“Pemerintah harus serius dan fokus dalam menangani masalah ini, jangan hanya memperbanyak konten media sosial dan kegiatan seremonial saja tanpa ada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, massa juga menyampaikan bahwa draf kajian komprehensif mengenai sebaran dan dampak sosial LGBT telah disiapkan untuk diserahkan langsung kepada pihak pemerintah provinsi. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung.
















