Kabarminang – Kabar duka datang dari tokoh seni dan budaya, khususnya Sumatera Barat. Penyair asal Ranah Minang, Iyut Fitra, yang memiliki nama lengkap Zulfitra, meninggal dunia di RSUP M Djamil, Kota Padang, pada Senin (27/4/2026) pukul 15.26 WIB.
Informasi wafatnya Iyut Fitra disampaikan melalui unggahan di media sosial oleh Heru Joni Putra. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa dan doa bagi almarhum.
“Innalilahi waina ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Iyut Fitra (Zulfitra) di RSUP M Djamil, Kota Padang pada pukul 15.26 WIB, 27 April 2026. Semoga husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulisnya.
Iyut Fitra lahir di Payakumbuh pada 16 Februari 1968 dan dikenal sebagai salah satu penyair Indonesia yang produktif. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media massa nasional maupun di negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Selama perjalanan kariernya, Iyut beberapa kali memenangkan lomba cipta puisi dan cerpen. Ia juga menerima Anugerah Sastra dari Balai Bahasa Padang atas kontribusinya dalam membina dunia sastra di Sumatera Barat.
Selain aktif menulis, ia juga berperan sebagai kurator dalam sejumlah kegiatan sastra, termasuk Ubud Writers and Readers Festival dan proyek Antologi Puisi Rohingya.
Dalam dunia kepenulisan, Iyut telah melahirkan sejumlah buku, di antaranya Musim Retak, Dongeng-dongeng Tua, dan Mencari Jalan Mendaki. Sejumlah karyanya bahkan masuk nominasi ajang bergengsi seperti Khatulistiwa Literary Award dan Kusala Sastra Khatulistiwa.
Prestasi penting lainnya, buku Mencari Jalan Mendaki dinobatkan sebagai buku puisi terbaik tahun 2019 oleh Perpustakaan Nasional RI. Sementara itu, karya Lelaki dan Tangkai Sapu meraih penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud RI pada 2020.
















